ROKAN HILIR – Pemerintah Kepenghuluan Air Hitam bersama masyarakat menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan jajaran TNI atas dimulainya pembangunan jembatan gantung penghubung antarwilayah. Pernyataan tersebut ditujukan kepada Prabowo Subianto, Panglima TNI, Pangdam Tuanku Tambusai, jajaran Kodim, Koramil, Danpos, hingga Babinsa Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir.
Pembangunan jembatan Garuda ini merupakan realisasi atas permohonan masyarakat terkait kebutuhan akses penghubung antara Kampung Ulak Kembahang dan Air Hitam. Dengan demikian, proyek tersebut mencerminkan respons konkret pemerintah terhadap aspirasi warga di wilayah tersebut.
Selanjutnya, pembangunan jembatan dinilai sebagai langkah strategis dalam menjawab keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat. Sebelumnya, mobilitas antar kampung berjalan terbatas. Bahkan, aktivitas pendidikan anak-anak kerap mengalami hambatan akibat kondisi geografis yang sulit dijangkau. Oleh karena itu, kehadiran jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas secara signifikan.
Selain itu, program pembangunan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menitikberatkan pada penguatan wilayah terpencil. Pemerintah pusat, melalui program prioritas infrastruktur, mendorong percepatan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Dalam konteks ini, jembatan gantung menjadi salah satu solusi efektif untuk membuka isolasi wilayah desa.
Lebih lanjut, pembangunan jembatan Garuda merupakan bagian dari Program nasional jembatan garuda oleh bapak presiden RI Prabowo Subianto yang berjumlah 8000 untuk seluruh desa yang ada di indonesia. Program ini dirancang untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah terpencil.
Peran aparat Babinsa turut disorot dalam proses pengajuan hingga realisasi pembangunan. Dalam hal ini, fasilitasi komunikasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan dilakukan secara berjenjang. Oleh sebab itu, aspirasi warga dapat disampaikan melalui mekanisme yang terstruktur dan efektif.

Peletakan batu pertama jembatan gantung Air Hitam dilaksanakan pada Jumat, 27 Maret 2026. Proyek tersebut memiliki panjang sekitar 100 meter dan ditargetkan rampung dalam waktu kurang lebih 60 hari. Sementara itu, proses pengerjaan direncanakan menggunakan pendekatan gotong royong, sehingga memperkuat keterlibatan masyarakat secara langsung.
Di sisi lain, pemerintah desa menegaskan bahwa pembangunan ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang. Akses terhadap kegiatan ekonomi, layanan pendidikan, serta fasilitas sosial diproyeksikan meningkat secara signifikan. Namun demikian, pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tetap diperlukan agar sesuai dengan standar teknis dan target waktu yang telah ditetapkan.
Sebagai penutup, apresiasi yang disampaikan mencerminkan harapan masyarakat terhadap keberlanjutan pembangunan infrastruktur di wilayah mereka. Pernyataan ini menjadi bentuk dukungan publik yang konstruktif, sekaligus menjaga keseimbangan informasi yang objektif dan proporsional.











