BAGANSIAPIAPI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi menyelenggarakan ibadah perayaan Natal 2025 dengan penuh khidmat pada Kamis (25/12). Momentum sakral ini menjadi wadah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk memperkuat aspek kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi bersama keluarga.
Sinergi Petugas dan Warga Binaan dalam Perayaan Suci
Sebanyak 91 warga binaan kristiani berkumpul di lapangan serbaguna guna mengikuti rangkaian ibadah. Partisipasi aktif para petugas dalam mendampingi jalannya acara memastikan seluruh prosesi berlangsung aman dan kondusif. Kehadiran keluarga di tengah-tengah narapidana menambah suasana emosional yang hangat, namun tetap menjaga tatanan kedisiplinan lembaga.
Remisi Khusus sebagai Wujud Apresiasi Negara
Sebelum prosesi ibadah dimulai, Kepala Lapas Bagansiapiapi secara resmi menyerahkan Remisi Khusus Natal kepada narapidana yang telah memenuhi syarat substansif maupun administratif. Kebijakan ini merupakan bentuk penghargaan negara atas perubahan perilaku positif yang ditunjukkan oleh warga binaan selama masa pembinaan. Penampilan liturgi yang dibawakan secara kolaboratif oleh petugas dan warga binaan mempertegas komitmen harmoni di lingkungan pemasyarakatan.
Pesan Ketaatan dan Transformasi Diri
Puncak acara diisi dengan khotbah mendalam oleh Pendeta J.R. Manik yang mengusung tema “Ketaatan di Tengah Rencana Allah”. Dalam narasinya, beliau menekankan pentingnya integritas moral dan kesabaran dalam menghadapi ujian hidup. Pesan tersebut bertujuan untuk memotivasi jemaat agar menjadikan momentum Natal sebagai titik balik menuju kehidupan yang lebih bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat luas setelah masa pidana berakhir.













