KETUA KNPI RIAU LARSHER YUNUS DI LAPOR KE POLISI OLEH BPPH PP KOTA PEKANBARU. mereka itu Fitnah Segera Kami Laporkan Balik

Berita, Riau, Rokan Hilir30 Dilihat

Rokan Hilir-pesisirbertuah.com “Calon Ketua Umum DPP KNPI itu menanggapi santai Pelaporan tanpa dasar hukum, hal Itu diucapkanya bertempat di Lobby Park Hyatt Hotel, Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, hari ini Rabu (6/5/2026).

 

Dihadapan seluruh Kader KNPI se-Indonesia, Ketua DPD KNPI Provinsi Riau mengatakan, “Bahwa justru dirinya sangat-sangat prihatin dengan Aksi Konyol, mempertontonkan Kebodohan tanpa dasar hukum yang jelas. Pelapor yang mengaku sebagai Ketua dan Sekretaris BPPH Pemuda Pancasila MPC Kota Pekanbaru itu benar-benar Kelewatan sekali bodohnya.

“Mereka menuduh saya melakukan tindakan SARA, lalu mereka laporkan saya ke Polda Riau. Pertanyaannya, Apakah mereka mengerti tentang Substansi dan Konstruksi Hukum terkait SARA? lalu kenapa ASBUN, Asal Bunyi seperti itu? sungguh memalukan dan menyedihkan. Sebagai Kader Pemuda Pancasila saya sangat Prihatin dengan Kebodohan yang telah mereka ciptakan sendiri, ALFATEHAH” ujar Larshen Yunus.

 

Ketua KNPI Provinsi Riau itu mengajak semua pihak untuk sama-sama Bijak dan Cerdas dalam menyikapi suatu hal, jangan hanya karena “Niat Jilat Menjilat,” Angkat Telor dan mencari muka dihadapan Tuannya, lantas mau dan sanggup bertindak bodoh seperti itu.

 

Rusak Marwah dan Martabat Organisasi Pemuda Pancasila dibuat mereka. Pakai embel-embel BPPH pula, sok melaporkan saya, itu sudah sangat jelas Fitnah yang teramat Keji.

 

Segera Saya Laporkan balik mereka berdua ke Ditreskrimsus Polda Riau. Melalui Tim Kuasa Hukum DPD KNPI Provinsi Riau, mereka juga kami Laporkan ke Organisasi Advokat terkait, karena sudah terang-terangan bersikap Bodoh dan Amburadul seperti itu. Membangun Narasi Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Ketua DPD KNPI Provinsi Riau.

 

Mantan Ketua Komisariat SAPMA PP Universitas Riau dan mantan Pengurus Wilayah (PW) SAPMA PP Provinsi Riau itu tegaskan lagi, bahwa aksi konyol yang sangat memalukan itu justru secara tidak langsung menyeret-nyeret nama baik Ayahanda Kami, Ketua MPW PP Provinsi Riau, Haji Arsadianto Rachman. Karena mempertontonkan Kader PP yang Longor hanya karena ingin Menjilat dan Cari Muka dihadapan Ketua MPC PP Kota Pekanbaru.

“Sudahlah Kawanku…!

Kalian banyak belajar lagi. Kuliah yang benar, jangan Kuliah Malam di Kampus Ruko.”

 

Kalian Fahami lagi Konteks Undang-Undang Pers. Membabibuta kalian Laporkan Saya, sementara kalian sendiri yang melanggar aturan main dan berbagai Mekanisme Hukum lainnya. Kalian bilang itu urusan pribadi antara Haji Suparman dengan Iwan Pansa. Urusan Pribadi apa? Jangan ASBUN, Asal Bunyi terus. Haji Suparman itu Orang Kaya Raya, usianya sudah lebih 50 tahun. Beliau itu sudah orang tua, masuk kategori Pemuka Masyarakat dan Tokoh yang di Hormati, sangat tidak pantas kalian bela-bela tukang Pencarut seperti itu. Ngak ada sopannya sama orang tua. Kalian ingat dan Camkan, Saya Pribadi tidak ada masalah dengan bang Iwan Pansa. Beliau juga banyak jasa yang pernah diberikan sama Saya. ini semua hanya Miskomunikasi saja.

 

Tetapi kalian ingat ya! Jangan kalian bilang Kasus tersebut adalah masalah pribadi. Haji Suparman itu Sosok yang Kaya Raya, Kebun Kelapa Sawitnya Ribuan Hektar, Kerbau, Sapi dan Kambingnya Ribuan Ekor, Haji Suparman punya Istana dan Vila, beliau tidak main proyek seperti bang Iwan Pansa. Sangat beda kelasnya, antara Langit dan Bumi!” tegas Larshen Yunus.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua KNPI Riau sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Rakyat Prabowo Gibran itu mengajak semua pihak untuk terlebih dahulu TABBAYUN, jangan mudah terprovokasi. Fahami dahulu sebelum bertindak.

 

Jangan bicara SARA, sementara mereka sendirilah pelakunya. Tukang Mencarut kok dibela-bela, ini Negara Hukum Kawan! Jangan sok seperti Preman Kampung, Mencarut itu bukan Budaya Pemuda Pancasila, Jadilah Manusia yang beradab di Negeri Melayu ini.

 

“Berdasarkan KUHAP yang baru, setiap orang yang dengan sengaja melakukan Tindak Pidana Fitnah maupun Pencemaran Nama Baik, maka Layak di Laporkan balik. Kami juga akan mempersiapkan Surat Pengaduan secara resmi ke meja MPN Pemuda Pancasila di Jakarta ini, bila perlu memastikan posisi BPPH itu berjalan sesuai Khittahnya.

 

Jangan ngatur dan konyol seperti yang dilakukan oleh OTK tersebut, orang tidak dikenal, perusak nama baik organisasi Pemuda Pancasila.

 

Sebagai Kader PP yang memulai karir dari tingkat Sekolah, Kuliah hingga saat ini, Saya Haqul Yaqin!!! bahwa Pelapor tersebut tidak melakukan Komunikasi dan Koordinasi dengan Ayahanda Haji Arsadianto Rachman, selaku orang tua kami juga di Bumi Melayu Riau ini, sehingga bertindak keliru seperti itu” tutup Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, seraya mengakhiri pernyataan persnya.

 

 

 

Sumber brita. KNPI RIAU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *