Diduga Proyek Semenisasi Jalan Pusara Teluk Bano I Bermasalah: Datuk Penghulu Membisu

Teluk Bano I, PesisirBertuah – Proyek semenisasi ruas Jalan Pusara menuju Suak Buaya di Desa Teluk Bano I, Kecamatan Bangko pusako, kini menjadi sorotan publik. Diduga kuat, pembangunan infrastruktur vital ini tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Kecurigaan ini semakin menguat setelah Datuk Penghulu Teluk Bano I, Rawi Syahril, menolak memberikan tanggapan saat dimintai konfirmasi oleh media.

Pembangunan semenisasi ini mulai menjadi perhatian setelah media Pesisir Bertuah menerima laporan dari masyarakat setempat beberapa hari lalu. Dalam laporan tersebut, warga menyampaikan keprihatinan serius mengenai ketebalan semenisasi yang dianggap tidak sesuai bestek. Menurut dokumen teknis, ketebalan yang seharusnya diaplikasikan adalah 15 cm. Namun, dalam pelaksanaannya, diduga terjadi penyimpangan.

Lebih lanjut, warga mengklaim bahwa meskipun bagian tepi jalan terlihat sesuai standar 15 cm, ketebalan di bagian tengah jalan justru jauh lebih tipis, diperkirakan hanya sekitar 8 hingga 10 cm. Ketidaksesuaian ini tentu menimbulkan pertanyaan besar terkait kualitas dan daya tahan proyek yang menggunakan anggaran publik.

Menindaklanjuti laporan ini, upaya konfirmasi segera dilakukan oleh media Pesisir Bertuah dengan menghubungi Datuk Penghulu Teluk Bano I, Rawi Syahril, melalui aplikasi pesan WhatsApp. Konfirmasi ini bertujuan untuk mendapatkan penjelasan resmi dan memastikan kebenaran laporan warga. Akan tetapi, hingga berita ini diturunkan, tidak ada respons sedikit pun yang diberikan oleh Datuk Penghulu terkait permasalahan pembangunan semenisasi ini.

Sikap diam yang ditunjukkan oleh Datuk Penghulu Teluk Bano I ini secara tegas menimbulkan kecurigaan yang mendalam. Hal ini diyakini memperkuat dugaan bahwa laporan masyarakat mengenai ketidaksesuaian bestek pada proyek semenisasi Jalan Pusara menuju Suak Buaya adalah benar adanya. Publik menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pihak-pihak terkait guna memastikan bahwa pembangunan yang didanai oleh uang rakyat dilaksanakan dengan semestinya.

Rilis Tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *