Napi Pengendali Narkoba Berisiko Tinggi “HINGH RISK” Aman Di Lapas Bagansiapiapi Mau tau siapa orangnya

Berita, Riau, Rokan Hilir19 Dilihat

Petugas Lapas Bungkam Saat diminta Tangapan

Bagansiapiapi – “Diminta kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imipas Agus Adrianto meninjau Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, yang mana Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berisiko tinggi (high risk) sampai saat ini masih berada dilapas Bagansiapiapi, sedangkan teman lainnya sudah berada di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng).

Kronologi penangkapan Sudarno alias KEN ditangkap BNN saat berada dijalan sentosa Bagansiapiapi pada 21 September 2021 karna melakukan peredaran narkoba seberat 105 kg sabu kabarnya dikendalikan dari lapas bagansiapiapi. KEN telah divonis Se-umur hidup Pada sidang putusan di Pengadilan (PN) Rokan Hilir pada Juni 2022.

Ken berstatus “High Risk” seringkali berulah melakukan kejahatan tidak berkomitmen Zero Hp didalam lapas, Ken diduga Otak Pelaku sindikat penipuan atau pemerasan online Loby Desah (Lodes) dan mengendalikan narkoba didalam lapas, seharusnya KEN mendapat tindakan tegas lantaran melanggar aturan di lapas, Kalapas Agus Imam Taufik engan dimintai konfirmasi saat diminta tangapan…

“Udahlah Yon, saya ngak mau ribut.” Ujar kalapas melalui via WhatsApp yang dirangkum media suararokannewss 06 mei 2026

 

Foto istimewa

Padahal, “Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, mewanti-wanti jajarannya terkait Pungli, Handphone pengedaran narkoba dan sandikat penipuan dari dalam lapas atau rutan. yang dirangkum detikNews diKuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/3/2025) menjelaskan ;

“Daripada para kalapas atau karutan dipindah karena adanya pengendalian narkoba dari dalam lapas, lebih bagus pindahkan yang terindikasi menjadi pengedar dari dalam lapas untuk ditaruh di Nusakambangan,” kata agus

Aktifis Bagansiapiapi yang juga mantan warga binaan lapas bagansiapiapi Hartoyo mengatakan, “ada kebijakan ketat berdasarkan Permenkumham Nomor 35 Tahun 2018, narapidana risiko tinggi (terutama kasus narkoba jaringan internasional atau terorisme) biasanya dipindahkan dari Lapas daerah ke Lapas Super Maximum Security, seperti yang ada di Nusakambangan.

Wajar.. Ken sengaja tidak dipindahkan oleh pihak lapas, karna Ken salah satu WBP yang jelas (Ingkam-red) bagi petugas lapas dan Omset Ken juga jelas sebagai Kordinator keuangan untuk Para Lodes, kita akan sampaikan masalah ini kedirjanpas.” Tegas hartoyo

Sampai berita ini diterbitkan Redaksi, Petugas lapas bagansiapiapi sampai saat ini masih menutupi Napi “High Risk” KEN dilapas Bagansiapiapi dan engan memberi keterangan atau alasan narapidana yang beresiko tinggi KEN belum dikirim ke Nusakambangan.

 

Rilis Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *