Bagansiapiapi – Dalam rangka menguatkan dimensi kesadaran berbangsa dan bernegara, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi menyelenggarakan Upacara Bendera pada Senin pagi (08/12). Kegiatan ini, yang diikuti oleh lebih dari seratus Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), menjadi indikator nyata atas efektivitas program pembinaan karakter di lingkungan Lapas.
Pelaksanaan Protokol: Disiplin dan Penghayatan Nilai-Nilai Fundamental
Pelaksanaan upacara berjalan dengan ketertiban paripurna. Seluruh petugas upacara, yang merupakan WBP terpilih, menunjukkan kedisiplinan tingkat tinggi dalam menjalankan tugas, yang tercermin dari keseragaman gerak langkah yang presisi. Prosesi sakral pengibaran bendera Merah Putih diiringi oleh alunan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, Pembacaan Teks Pancasila dan UUD 1945 dilaksanakan dengan penuh khidmat.
Amanat Pembina: Lapas sebagai Katalisator Perubahan dan Tanggung Jawab Warga Negara
Eka Misdi, selaku Pembina Upacara, menyampaikan amanat yang tegas dan berwibawa. Oleh karena itu, pesan inti yang disampaikan berhasil memecah keheningan, menegaskan bahwa fasilitas Lapas harus dipandang sebagai titik tolak proses transformasi, bukan sebagai terminus akhir dari kehidupan bermasyarakat.
Menurut beliau: “Cinta Tanah Air tidak dievaluasi dari sekadar kebebasan fisik, melainkan dari revolusi fundamental dalam hati nurani. Dengan demikian, proses yang dijalani di Lapas ini ditujukan untuk membentuk pribadi yang lebih baik, lebih taat hukum, dan sepenuhnya bertanggung jawab sebagai warga negara.”








