ROKAN HILIR – Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menyelenggarakan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dipadukan dengan agenda Tarhib Ramadan 1447 Hijriah. Bertempat di Aula Kantor Inspektorat, Komplek Perkantoran Batu 6, Bagansiapiapi, Rabu (11/2/2026), kegiatan ini juga dirangkaikan dengan prosesi pisah sambut pejabat di lingkungan internal Inspektorat.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial keagamaan rutin, melainkan momentum strategis bagi jajaran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk melakukan penguatan spiritual dan pemantapan komitmen moral menjelang Bulan Suci Ramadan.
Integritas sebagai Fondasi Pengawasan
Inspektur Daerah Rokan Hilir, Sarman Syahroni, dalam pidato utamanya menekankan bahwa nilai-nilai spiritual dari peristiwa Isra Mi’raj harus diejawantahkan ke dalam profesionalisme kerja. Menurutnya, pengawasan daerah memerlukan keteguhan hati dan integritas yang tidak tergoyahkan.
”Momentum ini adalah pengingat bagi kita semua untuk memperkuat integritas dan menjaga amanah dalam fungsi pengawasan. Mari kita sambut Ramadan dengan hati yang bersih serta komitmen yang lebih solid dalam mengawal pembangunan daerah,” ujar Sarman.
Ia menambahkan bahwa sebagai garda terdepan dalam memastikan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, soliditas internal Inspektorat adalah kunci utama dalam menjaga kredibilitas lembaga di mata publik dan stakeholder.
Dinamika Organisasi dan Penyegaran Kinerja
Sejalan dengan penguatan visi lembaga, agenda pisah sambut pejabat yang dilaksanakan menjadi simbol dinamika organisasi yang sehat. Sarman menegaskan bahwa rotasi jabatan dilakukan untuk penyegaran birokrasi dan peningkatan efektivitas kinerja kolektif.
Beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada pejabat lama atas dedikasi yang telah diberikan, sekaligus menginstruksikan kepada pejabat baru untuk segera beradaptasi. Sinergi antar-lini diharapkan mampu memperkuat peran Inspektorat sebagai APIP yang semakin profesional.
Pengawasan dalam Perspektif Moral
Nuansa khidmat acara semakin diperdalam melalui tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Junaidi. Dalam pesannya, beliau menggarisbawahi bahwa tugas pengawasan memiliki dimensiukhrawi.
- Amanah Rakyat: Menjaga tata kelola pemerintahan agar tetap sesuai koridor hukum adalah bentuk penjagaan terhadap amanah rakyat.
- Nilai Ibadah: Setiap langkah pengawasan yang dilakukan dengan niat tulus karena Tuhan akan bernilai ibadah yang besar.
Acara ditutup dengan doa bersama dan tradisi mushafahah (saling bermaaf-maafan), yang mencerminkan harmonisasi serta semangat kekeluargaan di lingkungan kerja.
Hadir dalam agenda tersebut jajaran Sekretaris, Inspektur Pembantu (Irban), pejabat fungsional Auditor, Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (P2UPD), serta seluruh staf Inspektorat Rohil. Melalui penguatan mentalitas ini, Inspektorat Rohil optimis dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel sepanjang tahun 1447 Hijriah.







